Mourinho: Messi Tak Pantas Terima Ballon d'Or
Madrid: Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menilai
meskipun jumlah golnya melebihi pencapaian Cristiano Ronaldo, bintang
Barcelona Lionel Messi tak pantas menerima penghargaaan
FIFA Ballon d’Or
di musim ini. Seperti diketahui, Messi menoreh rekor gol di ajang La
Liga di musim ini dengan mencetak 50 gol atau unggul empat unggul
dibanding jumlah pundi-pundi gol Ronaldo.
Mourinho memberikan argumen jika meskipun meraih gelar
Pichichi, penghargaan top skorer di ajang La Liga yang diberikan
Marca, jumlah 50 gol yang dihasilkan Messi di sepanjang musim ini tidak bernilai apa-apa mengingat
Los Blaugrana
gagal meraih gelar domestik maupun regional (Liga Champions).
Sebaliknya, klaim Mourinho, 46 gol yang dicetak Ronaldo menjadi kunci
sukses di balik keberhasilan
Los Blancos meraih gelar juara La Liga.
“Cristiano sejatinya pantas dinobatkan sebagai pemenang (FIFA)
Ballon d’Or.
Bukan disebabkan ia top skorer, prestasi yang pernah dibukukannya di
musim lalu, melainkan karena gol-golnya telah memenangkan gelar liga,”
tegas Mourinho dalam wawancaranya dengan
SIC. “Messi mencetak
50 gol yang tidak memiliki arti apa-apa seperti halnya yang dialami
Ronaldo saat mencetak 42 gol (maksudnya 40 gol) di musim lalu,” imbuh
Special One.
Di musim lalu, Messi hanya mampu mencetak 31 gol atau 9 gol tertinggal
dari jumlah gol Ronaldo. Namun, mengingat Barca mampu meraih gelar La
Liga dan Liga Champions, Messi dinobatkan sebagai peraih penghargaan
FIFA
Ballon d’Or.
Terlepas dari soal
awards tersebut, Mourinho menjelaskan jika
dirinya ragu jika Ronaldo—diklaimnya sebagai pemain terbaik di
dunia—mampu mengangkat Portugal di ajang Euro 2012. “Real Madrid adalah
satu hal dan timnas merupakan hal lainnya. Seperti biasanya, klub lebih
baik. Bersama Portugal, ia (Ronaldo) kurang mendapat dukungan seperti
yang diterimanya di Madrid. Meski demikian, faktanya ialah pemain
terbaik di dunia,” puji Mourinho.
Lebih lanjut, Mourinho mengakui jika keberhasilannya mengantarkan Madrid
menjadi jawara La Liga di musim ini—menyingkirkan Barcelona—merupakan
pencapaian terbesar sepanjang kariernya. “Jujur saja, inilah kompetisi
tersulit dari tujuh kompetisi yang pernah saya menangi sebagai pelatih,
salah satunya saya menangkan bersama Inter di partai terakhir. Gelar ini
menjadi yang paling sulit mengingat kami berhadapan dengan lawan yang
dikenal sebagai tim terbaik di dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Perjuangan maha berat antara dua tim terbaik di dunia,” tandasnya.
Terakhir, Mourinho menilai sangat sulit bagi timnya dan juga Barca untuk
mengulang prestasi yang ditoreh Ronaldo dkk di musim ini yang mendulang
100 poin dari 38 pertandingan. “Hal terpenting adalah meraih gelar.
Namun, ketika kami berhasil memastikannya kami sadar kami bisa
membukukan 100 poin. Motivasi kami pun kembali terangkat. Real memenangi
32 partai liga, tapi tim ini akan dikenang sebagai tim 100 poin. Sebab,
prestasi itu unik dan sulit untuk dilampaui,” pungkas Mourinho.